Dalam hidup, tidak sedikit dari kita yang pernah terluka, entah karena relasi yang retak, pengkhianatan, ketidakadilan, atau kata-kata dan tindakan yang membekas lebih lama dari yang terlihat di permukaan. Di tengah pergumulan seperti itu, Firman Tuhan memanggil kita untuk hidup dalam kasih, anugerah, dan pengampunan. Namun, bagaimana kita memahami panggilan tersebut dengan benar dan bijaksana?
Edisi buletin kali ini mengajak kita merenungkan tema yang tak mudah, tetapi sangat penting: pengampunan, pemulihan, dan hikmat dalam menghadapi dunia yang terus membentuk hati dan pikiran kita. Melalui beberapa artikel dalam buletin ini, kita diajak melihat bahwa pengampunan bukanlah pengabaian terhadap kejahatan, bukan pula pembenaran terhadap pelaku, melainkan karya anugerah Allah yang membebaskan hati dari kuasa kepahitan dan dendam. Kita juga diingatkan untuk berhati-hati agar ajaran tentang pengampunan tidak disalahgunakan untuk membungkam mereka yang terluka atau menghindarkan pelaku dari pertanggungjawaban. Gagasan inilah yang menjadi benang merah dalam artikel-artikel tentang pengampunan dan keadilan yang disajikan dalam edisi kali ini.
Selain itu, dua artikel lainnya mengajak kita memperhatikan tantangan zaman digital: Bagaimana menjaga kejernihan pikiran dan memulihkan kesahajaan di tengah arus teknologi dan internet yang begitu deras.
Kiranya setiap tulisan dalam buletin ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga menolong kita memandang hidup melalui lensa Injil. Semoga Tuhan memakai refleksi-refleksi ini untuk menguatkan yang lemah, menghibur yang terluka, meneguhkan yang melayani, dan menolong kita semua bertumbuh menjadi semakin serupa dengan Kristus, yang penuh kasih karunia dan kebenaran. Tuhan Yesus memberkati Anda!
Maria Fennita S.
Direktur Editorial
Christianity Today Indonesia
Tuhan sedang bekerja untuk kebaikan kita. Keyakinan ini tidak meremehkan dalamnya luka yang kita alami, melainkan membuat luka itu tidak menjadi hal yang menguasai hidup kita.
Pendeta dan penulis, Jared C. Wilson membagikan pelajaran yang ia peroleh dari seorang Afrika-Amerika pertama yang ditahbiskan gereja Amerika, tentang bagaimana menghadapi kesulitan dalam pelayanan.
Dikirimkan secara gratis via email setiap bulan kepada para pendaftar. Mendaftar untuk buletin ini.
'Christianity Today' dan 'CT' adalah merek dagang terdaftar dari Christianity Today International. Christianity Today adalah sebuah organisasi non-profit 501(c)(3).